Daftar Putar Musik Menentukan Perasaanmu, Kok Bisa?
Pernah, nggak, kalian berada pada posisi nugas atau santai-santai sambil mendengarkan musik? Terkadang saking sukanya mendengarkan musik, sampai membuat beberapa daftar putar lagu sesuai dengan perasaan atau kegiatan yang sedang kita lakukan. Semisalnya daftar putar musik khusus untuk belajar, overthinking malam-malam, ketika ingin menangis, hingga waktu mandi pun tersedia daftar putarnya sendiri.
Tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan mendengarkan musik sangat diminati oleh masyarakat, baik kawula muda maupun tua. Menurut IFPI (2019) menyatakan melalui data dari 21 negara dengan rentang responden 16-64 tahun menghabiskan sekitar 18 jam perminggu untuk mendengarkan musik. Apalagi di zaman milenial saat ini banyak tersedia berbagai macam aplikasi musik seperti Spotify yang bisa mendukung minat kita dalam mendengarkan musik serta merangkai daftar putar kesukaan.
Akan tetapi di balik kesukaan kita dalam menyisipkan daftar putar lagu pada setiap aktivitas yang ada. Pernahkah terpikirkan di benak kalian bagaimana musik atau lagu yang sering kita dengarkan memengaruhi emosi dan juga perasaan kita?
Karena sebagaimana kita tahu sendiri terkadang kalau kita tengah bersedih, senang, ataupun marah. Musik sering sekali menjadi teman untuk bisa menemani pada masa-masa itu. Sepertinya sedikit kurang pas suasana kalau tidak ada alunan musik yang menemani kita. Selain itu, terkadang kalau kita sedang rebahan santai lalu tiba-tiba dengar lagu dengan genre sedih maka terbawa sedih atau saat tempo musik nge-beat seru terkadang bisa membuat kita merasa senang dan enjoy. Pertanyaannya kok bisa?
Musik sendiri telah dikenal lama sebagai representasi dari ekspresi sebuah gerakan, karakter dan identitas manusia, ketegangan, kecantikan, keyakinan agama, kondisi sosial, juga ekspresi emosi (Shaleha, 2019). Musik juga dapat menciptakan imaji di mana fungsinya untuk meningkatkan pembayangan dan melipat gandakan fungsi mental, fisik, serta spiritual.
Menurut Andaryan (2019) menerangkan melalui penelitian neurosains menunjukkan bahwa dalam otak manusia separuhnya bertugas untuk memproses berbagai macam pengalaman musikal. Hal ini berkaitan dengan stimulus yang mengaktifkan berbagai jenis perasaan. Selain itu melalui penelitian Saarkillio & Erkkila (2007) menunjukkan bahwa musik memiliki dampak yang kuat dalam menciptakan suatu suasana dan pengalaman afektif sehingga dapat menyentuh batin pendengarnya. Dalam penelitian tersebut juga diterangkan bahwa musik dapat mengatur tiga unsur dalam pengalaman subjek yaitu: valensi, intensitas, dan kejelasan peristiwa.
Di mana biasanya kita memilih genre musik sesuai dengan suasana hati sehingga lebih mudah untuk bisa tenggelam dalam lirik atau melodi lagu tersebut. Selain itu musik juga dapat berdampak pada valensi yang berfungsi untuk memperkuat perasaan positif dan menekan perasaan negatif. Sedangkan untuk kejelasan peristiwa, musik terkadang dapat merepresentasikan pengalaman tertentu sehingga dapat membuat makna juga suasana yang dibuat semakin kuat.
Melalui penelitian yang dilakukan oleh juga Andaryan (2019) dapat diketahui bahwa musik atau lagu dapat memengaruhi perasaan seseorang. Hal ini disebabkan oleh lirik lagu yang berisikan pesan-pesan tertentu terkadang yang dapat mengubah perasaan juga pikiran seseorang dengan memberikan sugesti positif maupun negatif. Selain itu lirik lagu juga biasanya dapat memberikan motivasi bagi pendengarnya. Sedangkan untuk lagu-lagu yang bergenre sedih atau menyentuh hati biasanya dapat memengaruhi pendengar untuk merasakan apa yang direpresentasikan dalam lagu tersebut.
Kalian sendiri pernahkan, merasa terhubung dengan lirik lagu yang kalian dengar? Nah, hal itulah yang terkadang dapat mengubah atau memperkuat perasaan kalian ketika mendengarkan lagu.
Beat atau tempo lagu juga dapat memengaruhi perasaan kita, seperti contoh dalam lagu yang bertempo lambat biasanya dapat membuat pendengarnya merasa sedih. Sebaliknya lagu yang bertempo lebih cepat dapat membuat seseorang untuk lebih semangat dan mengalirkan energi positif dalam diri kita (Andaryan, 2019). Maka dari itu, terkadang ketika kita mendengar sebuah lagu dari luar negeri yang sebenarnya kita sendiri kurang paham dengan artinya. Kita masih bisa untuk menikmati lagu tersebut dari tempo yang dibawakan dan masih bisa terbawa oleh suasananya.
Jadi, sudah tahu kan mengapa musik bisa memegaruhi perasaan pendengarnya?
Selain musik yang dapat memengaruhi perasaan pendengarnya. Musik sendiri juga dikenal memiliki berbagai macam manfaat di antaranya dapat menjadi media untuk mengekspresikan diri, menjadi sarana relaksasi dan hiburan, serta dapat menjadi media pembelajaran bagi individu. Selain itu musik juga dapat menjadi media terapi untuk beberapa gejala seperti depresi hingga hipertensi. Dalam (Andaryan, 2019) menerangkan bahwa orang yang senang mendengarkan musik memiliki mental yang kuat, emosi yang cukup tenang, juga lebih percaya diri. Dilihat dari banyaknya manfaat musik, jadi makin semangatkan, buat ngotak-ngatik daftar putar musik lagi?
Nah, berdasarkan beberapa penjelasan di atas tadi, jadi tahu, kan, mengapa musik menjadi teman sehari-hari beberapa orang di luar sana. Apa pun jenis musik yang didengarkan tentunya dapat menimbulkan efek tersendiri bagi pendengarnya. Selain itu musik saat ini juga dapat menjadi kebutuhan dalam setiap aktivitas individu. Jadi, yuk dengarkan lagi daftar putar musikmu!
Referensi
Andaryan, E. T. (2019). PENGARUH MUSIK DALAM MENINGKATKAN MOOD BOOSTER MAHASISWA . Musikolastika: Jurnal Pertunjukan Dan Pendidikan Musik , 1 (2), 109 - 115.
IFPI : Representing Recording Industry Worldwide. (2019). From A global snapshot of music engagement: https://www.ifpi.org/ifpi-releases-music-listening-2019/
Raharjo, E. (2007). MUSIK SEBAGAI MEDIA TERAPI. Harmonia: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Seni.
SAARIKALLIO, S., & ERKKILÄ, J. (2007). The role of music in adolescents’ mood regulation. Psychology of Music, 88-109.
Shaleha, R. R. (2019). Do Re Mi: Psikologi, Musik, dan Budaya. Buletin Psikologi, 43 – 51.