Ivan Petrovich Pavlov: Stimulus-Respons yang Melegenda
Seorang lelaki berjenggot, berkumis tebal, dengan tatapan tajam serta kedua alis yang mencoba merapat membuat kesan dingin begitu terasa. Kesan lainnya mungkin akan berlanjut dengan impresi seolah tidak ramah, sosok serius yang membosankan, dan bisa jadi dianggap figur yang galak.
Kesan tersebut yang bisa saja kita dapatkan dari foto yang terpajang di atas. Perkenalkan dia adalah Ivan Pavlov, dengan nama lengkap Ivan Petrovich Pavlov. Tokoh psikologi dari kebangsaan Rusia atau saat ia hidup masih berupa Uni Soviet.
Pavlov memiliki pengaruh sangat besar dalam sumbangsihnya terhadap psikologi, bahkan pada awal tahun 2000 ia sempat disebut sebagai salah satu tokoh yang paling sering disebut dalam sitasi jurnal akademik.
Pendekatan psikologi behavior menjadi salah satu yang membuat namanya menjadi terkenal di dunia keilmuan yang mempelajari perilaku. Kehadirannya memberikan warna berarti dalam perkembangan psikologi, tentu dengan diwarnai perdebatan dan pertentangan.
Namun, begitulah perkembangan psikologi selalu muncul dengan mengkritisi satu sama lain. Menentang teori yang sedang kokoh, dan mengganti pandangan baru yang lebih segar. Perdebatan dan pembaruan di psikologi menjadi lebih seru, juga menarik.
Biografi Singkat
Jika kita melihat foto-foto Ivan Pavlov, tentu kesan dingin sangat terasa, tapi perlu diingat foto pada zaman itu memang tidak umum memberikan senyum ketika difoto (sangat berbeda dengan sekarang). Sehingga foto yang kita lihat dari Ivan Pavlov akan terkesan tidak ramah, apalagi ditambah dengan jenis foto hitam putih.
Bagaimana jika ternyata kesan yang didapat dari foto itu salah? Rasanya sangat memungkinkan, bila kita melihat bagaimana Pavlov tumbuh di keluarga dengan 10 bersaudara. Ayah ibunya memiliki 11 anak, termasuk Pavlov, dan ia merupakan anak tertua dari keluarga tersebut.
Sebagai anak tertua, Pavlov mengambil peran cukup besar dalam tugas rumah tangga, mencuci piring, bersih-bersih dan menjaga adik-adiknya. Ia merupakan anak yang sangat diandalkan, dan bertanggungjawab.
Pavlov sangat senang beraktivitas di luar rumah, seperti yang diketahui Rusia merupakan negara dengan iklim yang cukup ekstrem ketika musim dingin. Oleh karena itu jika pada musim panas Pavlov akan banyak melakukan aktivitas di luar rumah seperti berenang, bersepeda atau bermain khas Rusia yakni gorodki.
Dengan begitu Pavlov dapat dilihat sebagai anak yang cukup peduli terhadap keluarga dan adik-adiknya, kemudian ia merupakan sosok yang senang beraktivitas di luar rumah, berdasarkan penjelasan tersebut Pavlov bukan tipe orang yang tertutup. Sangat mungkin jika Pavlov sebenarnya adalah orang yang hangat dan peduli, berbeda jika kita hanya mendapatkan impresi dari fotonya (khususnya foto di atas).
Mengenai pendidikannya, sebagai anak yang dibesarkan di keluarga Kristen ortodok yang taat ia mengawali pendidikan seminari. Kemudian Pavlov tidak selesai pendidikan seminarinya dan melanjutkan kuliah di St. Petersburg. Ia mendaftar di jurusan fisika dan matematika dengan mengambil kekhususan ilmu alam.
Karirnya dalam pendidikan cukup cemerlang, berbagai penghargaan pun ia dapatkan. Selanjutnya Pavlov tertarik dalam mempelajari reflek manusia, melalui hal tersebut lah ia makin dekat dengan psikologi.
Pavlovian Conditioning
Conditioning dari Pavlov sangat terkenal, dan kerap kali dibahas serta menjadi landasan dalam mengembangkan psikologi behavior. Teknik ini sangat erat dengan eksperimen yang dilakukan pada anjing.
Eksperimen terhadap refleks dan pembelajaran pada stimulus yang diberikan. Perilaku yang berbasis dari refleks merupakan bidang yang ditekuni oleh Pavlov. Melalui eksperimen tersebut maka berkembang teori mengenai stimulus-respons.
Eksperimen yang dilakukan Pavlov terkait dengan memberikan makanan terhadap anjing. Sebelumnya anjing akan diberikan manipulasi berupa bunyi lonceng, setelah bunyi lonceng akan diberikan makanan. Pada tahap ini anjing tersebut diberi sebuah pembelajaran dari stimulus yang diberikan.
Bahwa setiap proses pemberian makan akan dilalui dengan bunyi lonceng, dan setiap datang makanan, anjing tersebut akan mengeluarkan liur. Proses stimulus-respons (bunyi lonceng kemudian memberikan makan) menjadi pembelajaran pada anjing.
Selanjutnya anjing tersebut setiap mendengarkan lonceng akan otomatis mengeluarkan liur, padahal makanan belum diberikan, atau bahkan makanan tidak diberikan, tetapi tetap mengeluarkan liur. Hal tersebut terjadi karena ada proses pembelajaran yang menghasilkan refleks dari bunyi lonceng.
Pavlov juga menguji dengan bunyian lainnya seperti metronom, tetapi anjing tidak merespons dan tidak mengeluarkan liur. Lalu jika Pavlov kembali membunyikan lonceng lagi, anjing tersebut akan merespons dengan refleksnya untuk mengeluarkan liur.
Perkembangan selanjutnya menjadi landasan dalam mempelajari refleks manusia dengan menjadi dasar dalam berkembangnya psikologi behavior. Bahwa perilaku manusia dapat dibentuk dalam proses pembelajaran, kemudian refleks yang terjadi secara otomatis terbentuk dari pembelajaran berulang atas stimulus yang dialami.
Hal ini menjadi menarik karena dasar tersebut menyatakan bahwa setiap perilaku manusia dapat dibentuk dengan respons atau kejadian yang dialami. Pendekatan ini menjadi begitu disenangi karena memiliki sebab akibat yang jelas, jika dibandingkan dengan psikoanalisis Freudian.
Perdebatan antara aliran behavior dan Freudian terus terjadi, selanjutnya pun muncul aliran humanistik yang mana pertempuran dalam jejak pendapat menjadi makin sengit.
Begitulah kisah Pavlov, mungkin kita sering melihat ia sebagai sosok yang dingin dan minim senyum (semua itu kita dapat dari kesannya di foto). Tanpa dipungkiri bahwa kehadirannya merupakan sebuah terobosan dalam psikologi.
Terima kasih Pavlov, dengan segala kontribusimu kami percaya bahwa Pavlov merupakan sosok yang hangat, karena kehadirannya telah menyalakan api psikologi.
Referensi
Pavlov, I. P. (1955). Selected works. Moscow: Foreign Languages Publishing House.
Sheehy, Noel; Chapman, Antony J.; Conroy, Wendy A., eds. (2002). Ivan Petrovich Pavlov. Biographical Dictionary of Psychology. Routledge.