Metode Eksperimental RCT Mengantarkan Ekonom Meraih Nobel, Metode yang Sering Digunakan di Psikologi
Penghargaan nobel ekonomi 2019 telah ditetapkan kepada Abhijit Banerjee, Esther Duflo dan Michael Kremer. Mereka menerima nobel ekonomi karena pendekatannya menggunakan eksperimental dalam menghapus kemiskinan.
Abhijit Banerjee, Esther Duflo dan Michael Kremer menggunakan metode eksperimental RCT, yakni Randomized Controlled Trial (metode evaluasi acak terkontrol) atau dikenal juga dengan istilah randomized assignment (metode randomisasi).
Dalam psikologi, metode randomized assignment sudah sangat umum digunakan. Pada dasarnya randomized assignment atau RCT, adalah metode yang berlandaskan eksperimental.
Penelitian psikologi semenjak berpuluh-puluh tahun lalu telah menggunakan konteks laboratorium sebagai dasar penelitiannya. Ciri khas dari penelitian eksperimental laboratorium adalah ketatnya kontrol peneliti terhadap subjek penelitian.
Kontrol yang dikendalikan oleh peneliti sepanjang penelitian berlangsung menjadi dasar terciptanya suasana eksperimental (setting laboratorium). Kontrol yang dilakukan di berbagai aspek, dari perilaku, ruangan, karakteristik peserta, waktu, dan banyak lagi.
Sedangkan dalam metode randomisasi, kontrol dilakukan pada responden. Kontrol tersebut dengan melakukan pemilihan sampel yang cukup ketat. Metode dalam pemilihan sampel tersebut salah satunya menggunakan randomisasi.
Kontrol yang dilakukan dalam penelitian eksperimental memiliki dasar sebagai pembentukan keadaan yang sebanding, atau dapat dibilang ekuivalen. Mengapa demikian? Karena untuk mengukur beberapa variabel dalam penelitian, harus memastikan seluruh responden yang diteliti memiliki keadaan yang serupa.
Hal tersebut dilakukan agar partisipan yang menjalankan penelitian memiliki keadaan yang sama, sehingga perubahan yang terjadi (hasil yang didapatkan selama penelitian) merupakan keadaan yang disebabkan oleh treatment yang diberikan, bukan dari faktor lainnya (seperti pengaruh gender, suku, atau pendidikan).
Kontrol yang Ketat
Perlu diketahui dalam mengukur keadaan manusia, banyak hal yang mempengaruhi seseorang dalam perilaku. Misalnya, pengalaman tiap individu yang berbeda, gender, ras, pendidikan, usia dll. Sehingga dalam konteks eksperimen perlu memastikan seseorang memiliki standar dan karakteristik yang sama.
Karakteristik yang sama ditentukan secara ketat oleh peneliti. Jika peneliti ingin mencari tahu soal faktor gender dalam perilaku agresivitas, maka peneliti akan membuat kelompok dengan standar yang jelas antara kelompok perempuan dengan lelaki, lalu dibandingkan.
Faktor-faktor lainnya juga akan dilakukan pengawasan secara ketat. Misalnya pendidikan yang cenderung sama, usia dan pola asuh. Semua faktor itu akan dikontrol secara ketat oleh peneliti, dan faktor-faktor yang dikontrol ditentukan oleh peneliti sendiri. Semua tergantung pada tujuan penelitian yang dilakukan.
Jika sudah sebanding, peneliti akan melakukan sebuah randomisasi. Hal ini dilakukan agar kelompok yang diteliti memiliki komposisi yang sama. Tahap ini biasanya langkah kedua, setelah peneliti memastikan bahwa seluruh populasi penelitian memiliki karakteristik yang sama.
RCT dalam Penelitian Banerjee, Duflo & Kremer
Pada dasarnya yang dilakukan oleh Duflo dan kawan-kawan merupakan pendekatan penelitian eksperimental. Namun, tidak sebatas eksperimental dalam laboratorium, melainkan di keadaan sehari-hari.
Penelitian tersebut dapat digolongkan sebagai penelitian lapangan (field experiment). Pada dasarnya tetap menggunakan prinsip penelitian eksperimental, tetapi perlu diketahui ketika kita melakukan sebuah penelitian dengan konteks eksperimen di lapangan akan sangat sulit.
Mengapa penelitian lapangan berbasis eksperimen menjadi sulit? Karena ketika sudah dalam konteks lapangan, hal-hal yang di luar penelitian akan sangat sulit dikontrol. Karena semua aspek menjadi satu dalam kehidupan sehari-hari.
Jika kita ingin meneliti perbedaan pola asuh di masyarakat, maka sebagai peneliti harus memikirkan hal-hal yang membuat sampel penelitian merupakan sebanding. Misalnya menyamakan semua karakteristiknya, dimulai dari usia, pendidikan, suku, dan bahkan interaksi dengan masyarakat itu sendiri.
Dalam penelitian lapangan akan banyak faktor dari luar penelitian yang mempengaruhi perilaku seseorang atau tujuan penelitian itu sendiri. Peneliti akan sulit untuk mengawasi dan membatasi suatu faktor di masyarakat.
Oleh karena itu salah satu teknik untuk membuat sebuah penelitian lapangan dengan konteks eksperimen menjadi mungkin dengan menerapkan metode RCT.
Mengapa hal ini menjadi sebuah jawaban untuk mendapatkan hasil terbaik dalam penelitian lapangan? Karena dengan menggunakan RCT, peneliti melakukan penyaringan sangat ketat mengenai pemilihan sampel, dengan memastikan keadaan kelompok penelitian sebanding (karakteristik kedua kelompok sama).
Jika kedua kelompok telah memiliki karakteristik yang sama, maka peneliti dapat mengukur perubahan yang terjadi dari setiap kelompok yang mengikuti penelitian tersebut. Peneliti pun tidak akan ragu perubahan yang terjadi disebabkan karena treatment penelitian yang diberikan, bukan dari faktor lain. Sehingga efektivitas treatment tersebut dapat dipertanggungjawabkan.
RCT yang dilakukan Duflo dan kawan-kawan adalah sebuah eksperimental dengan skala jauh lebih besar dibandingkan yang biasa dilakukan oleh peneliti psikologi. Duflo dkk juga melakukan metode RCT untuk mendapatkan generalisasi data dan hasil penelitian dari populasi yang sangat besar.RCT yang dilakukan oleh Duflo merupakan sampel dari beberapa negara, sehingga jangkauan keterwakilan sampel semakin luas, dan Duflo dkk mendapatkan data yang dapat digeneralisasi.
Meski begitu, metode RCT tidak mudah diterapkan ke di lapangan. Perlu kematangan desain penelitian yang kokoh, waktu yang cukup, dan biaya yang tidak kecil. Dibalik kesulitannya, metode RCT perlu dipertimbangkan sebagai metode yang cukup baik dalam mengukur suatu dampak evaluasi. Oleh karenanya RCT mendapat julukan Gold Standard. Julukan tersebut diberikan karena RCT memberikan hasil evaluasi (pengukuran dampak) yang sangat diandalkan.
Sebagai penutup, sesungguhnya, metode eksperimental seperti RCT sudah amat sering dilakukan oleh peneliti psikologi. Jika ekonom telah menggunakan metode eksperimental untuk mendapatkan penghargaan nobel, lalu peneliti psikologi kapan?
Referensi
Gertler, J. P., Martinez, S., Premand, P., Rawlings, B. L., & Vermeersch, J.M. C. (2016). Impact evaluation in practice (2nd ed.). Washington DC: The World Bank.