Lewati ke isi
Psikologi untuk dibaca semua orang.

Resensi Buku: Randomized Controlled Trials

Penulis: Phyllis Solomon, Mary M. Cavanaugh, and Jeffrey Draine

Tahun Terbit: 2009

Penerbit: Oxford University Press

Kata Kunci: randomized controlled trials, evaluation research, evidence-based practice, intervention research, applied research, community-based psychosocial intervention

Randomized Controlled Trials (selanjutnya akan disebut RCT) sebuah metode evaluasi dalam mengukur dampak. RCT merupakan pengukuran dampak yang dijuluki dengan metode gold standard. Sebutan tersebut diberikan karena RCT menghasilkan validitas dan reliabilitas yang tinggi. Meskipun begitu penerapan RCT tidak mudah, banyak prinsip yang harus ditaati dan dipenuhi.

Bagi yang sudah terbiasa dengan penerapan riset eksperimental, mungkin tidak akan kesulitan dalam memahami prinsip RCT. Prinsip utamanya adalah melakukan randomisasi pada kelompok dengan skala yang sangat besar. Tidak hanya randomisasi tetapi terdapat penerapan kontrol eksperimental yang ketat.

Namun, segala pertanyaan mengenai RCT dan bagaimana penerapannya akan dibahas di buku ini. Ada tujuh bab yang akan dijelaskan pada buku karangan Solomon dkk. Ketujuh bab tersebut akan membuat kita memahami RCT dari prinsip dasar, perancangan dan penerapan di lapangan. Tidak lupa juga di buku ini akan dijelaskan mengenai masalah etika penelitian RCT. Etika riset yang baik harus diterapkan agar penelitian yang dilakukan tidak menimbulkan kerugian (do harm).

Untuk lebih jelasnya mungkin akan mengulas bab per bab dari buku ini. Berikut adalah ulasan tujuh bab dari buku Solomon dkk mengenai RCT:

  • Bab 1 - Introduction

Bab awal yang menarik dalam menjelaskan apa itu RCT. Bab ini menerangkan bagaimana RCT bisa disebut sebagai metode pengukuran dampak yang baik, mengapa ia disebut sebagai gold standard, dan menjelaskan apa bedanya dengan berbagai metode lainnya. Prinsip dasar dan perkenalan mengenai RCT cukup baik digambarkan pada bab ini. Pembaca akan lebih memahami mengenai konsep yang dijalankan RCT dan bagaimana perkembangan saat ini.

  • Bab 2- Ethical Considerations of Randomized Controlled Trials

Bagian ini menjelaskan bagaimana etika yang baik dan seharusnya diterapkan selama melakukan RCT. Etika riset sangat penting dilakukan agar penelitian yang dilakukan tidak menimbulkan kerugian baik secara materiel atau imateriel, maka dari itu di buku ini pun menjelaskan etika yang baik selama melakukan RCT. Bab ini mengajarkan kita dalam memperhatikan berbagai aspek agar mampu merancang RCT yang etis, dimulai dari penyusunan pertanyaan penelitian, pemilihan sampel, prosedur acak, dan penentuan kondisi pembanding yang etis.

  • Bab 3 - Planning the Randomized Controlled Trial

Perancangan awal RCT menjadi langkah krusial sebelum melakukan pelaksanaannya. Semakin baik rancangan RCT maka akan semakin baik pula hasil yang akan didapatkan. Pembahasan mengenai prosedur pelaksanaan RCT dijelaskan pada bab ini, bagaimana kita memetakan stakeholder, sumber daya, dan waktu yang dimiliki. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menyusun prosedur rekrutmen (sampel atau tenaga bantu penelitian), manual intervensi, buku kerja, dan panduan lainnya dalam menjalankan RCT.

  • Bab 4 - Developing Conceptual Foundations for Randomized Controlled Trials

Tujuan pada bagian ini untuk memberikan gambaran pada peneliti bahwa tujuan awal, kerangka teori, dan hasil yang ingin dicapai harus matang. Kerangka konseptual yang baik dalam menyusun RCT menjadi hal penting, semua kerangka konseptual tersebut harus didasari oleh teori yang kokoh. Semakin baik kerangka konseptual, maka hasil empiris dari RCT pun semakin baik.

  • Bab 5 - Designing the Randomized Controlled Trial

Setelah tercipta konseptual yang baik, maka peneliti dapat menyusun rancangan penelitian yang lebih jelas dan teknis. Penerapan dan pelaksanaan dari kerangka konseptual tersebut akan menentukan langkah yang harus diambil dari awal hingga akhir pelaksanaan RCT. Rancangan ini menjadi krusial karena menjadi panduan dalam pelaksanaan RCT.

  • Bab 6 - Implementing the Randomized Controlled Trial

Bab ini menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan selama menjalankan RCT. Pelatihan dan supervisi selama menjalankan menjadi perhatian khusus, agar menghasilkan kualitas data yang baik. Ada berbagai saran dan rekomendasi untuk memunculkan riset RCT yang berkelanjutan, salah satunya penerapan teknologi.

  • Bab 7 - Generalizing Randomized Controlled Trial Outcomes to Community Practice Settings

Bagian terakhir menjelaskan bahwa hasil RCT dapat digunakan untuk lebih luas, baik untuk komunitas, pemerintah maupun LSM. Pada dasarnya, karena RCT menerapkan kerangka metode evaluasi dampak dengan standar tinggi (gold standard), maka bukti empiris yang dihasilkan dari RCT sangat memungkinkan untuk dijadikan landasan dalam pengembangan kebijakan dan menentukan intervensi yang tepat.

Rekomendasi untuk Pembaca

Metode evaluasi atau metode riset mungkin memiliki kesamaan. Secara prinsip keduanya mirip, dan mungkin saling berkaitan. Metode riset adalah cara dalam menjalankan penelitian, sedangkan metode evaluasi adalah cara mendapatkan pengukuran dampak yang reliabel. RCT disebut sebagai metode pengukuran dampak, karena terfokus pada pengukuran efektivitas intervensi yang diberikan pada suatu program.

Maka jika ingin melakukan pengukuran dampak dari suatu program, RCT bisa menjadi jawaban untuk mengukur efektivitas program tersebut. Buku karangan Solomon dkk ini sangat baik jika ingin mempelajari RCT lebih mendalam, di dalam buku pun diterangkan prinsip dasar RCT, perancangan, pelaksanaan dan pemanfaatannya. Oleh karena jika ingin mencari buku mengenai RCT, buku ini patut diperhitungkan. Namun, yang perlu diperhatikan adalah alangkah baiknya pembaca mengetahui berbagai metode riset lainnya. Setidaknya metode riset yang umum digunakan seperti kualitatif ataupun kuantitatif.

Dengan memahami metode dasar riset, maka akan mempermudah pembaca dalam memahami RCT. Penyerapan akan informasi yang diberikan di buku ini juga akan jadi lebih mudah dipelajari. Beberapa pelaksanaan RCT pun tidak lepas dari dasar kuantitatif.

Jika ingin lebih mudah memahami RCT, baiknya juga mempelajari metode eksperimental. Pemahaman mengenai metode eksperimental akan memberikan gambaran dan prosedur yang cukup jelas dalam memahami RCT.

Bagi peneliti psikologi, metode eksperimental tidaklah asing. Penelitian eksperimental ini sering dilakukan di psikologi. Berbagai riset psikologi yang menerapkan laboratorium setting telah dilakukan sekian lama, bagaimana melaksanakan randomisasi sampel dan kontrol variabel pada suatu penelitian. Oleh karena itu sepertinya tidak akan sulit bagi peneliti psikologi jika ingin mempelajari RCT. Semoga.