Resensi Buku: Behavioral Insights
Penulis buku: Michael Hallsworth & Elspeth Kirkman
Pada tahun 2017, seorang ekonom memenangkan nobel karena mencetuskan sebuah teori bernama Nudge. Sosok itu adalah Richard Thaler, ekonom yang menerapkan prinsip ilmu perilaku atau sering disebut juga sebagai behavioral economics. Prinsip dasarnya menggunakan penerapan psikologi dalam mempelajari keputusan manusia di bidang ekonomi.
Kemudian, mundur ke 10 – 15 tahun belakang ketika prinsip behavioral economic mulai banyak diterapkan di berbagai bidang. Salah satunya oleh Thaler sendiri dalam menciptakan kebijakan publik yang efektif di Amerika. Selanjutnya, sekitar tahun 2010, terbentuk organisasi yang diinisiasi oleh pemerintah Inggris yang bertujuan untuk memberikan masukan mengenai kebijakan publik. Organisasi tersebut menggunakan prinsip Nudge yang dicetuskan oleh Thaler.
Organisasi itu bernama Behavioral Insights Team (BIT). Sepak terjangnya pun tidak main-main, BIT telah melakukan sekitar 750 proyek dengan 400 lainnya menggunakan prinsip RCT (Randomized Controlled Trials). BIT telah menghasilkan temuan-temuan yang mendukung kebijakan publik yang efektif dan efisien. Jangkauan kerja dari BIT pun sekarang tidak hanya di Inggris saja, tetapi sudah melakukan berbagai riset di 31 negara.
Kesuksesan yang didapatkan BIT dalam membuat kebijakan menjadi lebih efektif dan efisien dapat diketahui di buku Behavioral Insights karangan Hallsworth & Kirkman ini. Jadi, jika penasaran bagaimana BIT bisa begitu efektif dan efisien dalam bekerja. Bagaimana project dan riset yang dilakukan memiliki dampak baik di setiap kebijakan. Maka membaca buku ini dapat menjadi jawabannya.
Pada buku ini, Hallsworth & Kirkman akan menjelaskan sepak terjak BIT. Menjelaskan pula prosedural dan prinsip yang dilakukan BIT dalam risetnya. Sehingga, kehadiran BIT hingga sekarang dibutuhkan oleh pemerintah Inggris, bahkan BIT sudah merambah ke mancanegara dalam menjalankan proyeknya.
Buku Behavioral Insight ini terdiri dari enam bab.
Bab 1 – Introducing Behavioral Insights
Bagian pertama pada buku ini menjelaskan mengenai pendekatan yang dilakukan oleh Behavioral Insights. Betapa pentingnya menjalankan riset yang berbasis empiris, dan hasil riset tersebut dapat digunakan di berbagai tempat lainnya. Diterangkan bahwa, jika ingin mencapai keadaan yang “behavioral insights,” maka diperlukan tiga komponen, yakni; robust evaluation, evidence about behavior & practical application and policy focus. Ketiga pendekatan itu yang dilakuan oleh BIT untuk mendapatkan “behavioral insights” yang empiris.
Bab 2 – The History and Thought behind Behavioral Insights
Perjalanan awal mula dan bagaimana BIT bisa terbentuk diterangkan pada bab 2. Mengapa ada perubahan “gaya” yang diambil oleh pemerintah Inggris untuk membentuk kebijakan, yaitu menggunakan kerangka berpikir ilmu perilaku. Sehingga, terbentuklah BIT yang bertujuan untuk mendukung kebijakan berlandaskan pendekatan ilmu perilaku. Jika melihat awal mula bangkitnya behavioral economics, maka pada saat itu merupakan titik balik untuk mengganti kerangka berpikir kebijakan menjadi pendekatan ilmu perilaku. Lalu diperkuat dengan kehadiran Nudge dalam membentuk landasan berpikir untuk membuat kebijakan perilaku di Amerika. Hingga kini BIT telah tetap eksis dan menghasilkan temuan yang mendukung berbagai kebijakan strategis.
Bab 3 - Examples of Behavioral Insights in Practice
Buku ini juga menjelaskan contoh riset dan proyek yang dilakukan oleh BIT selama ini. Melalui berbagai contoh riset yang ditampilkan di buku ini, maka kita mampu mengetahui bagaimana BIT menjalankan risetnya lalu menghasilkan temuan empiris.
Bab 4 – Applying Behavioral Insights
Bab keempat merupakan bagian paling esensial di buku ini. Karena pada bab empat menjelaskan langkah-langkah yang perlu diterapkan jika ingin mendapatkan “behavioral insights” dalam riset. Langkah-langkah tersebut adalah:
-
Establish the scope
-
Break the challenge into addressable parts
-
Identify the target outcome
-
Map the relevant behavior
-
Identify the factors that affect each behavior
-
Choose the priority behavior the address
-
Create evidence-led intervention(s)
-
Implement the intervention(s)
-
Assess the effects
-
Take further action based on the results
Melalui 10 langkah tersebut, maka diharapkan dapat mengikuti jejak BIT dalam mendapatkan bukti empiris yang mendukung kebijakan publik nan efektif dan efisien.
Bab 5 – Criticisms, Considerations, and Limitations
Buku yang baik adalah buku yang menyajikan penjelasan mengenai kritik pada teori yang dipaparkan. Oleh karena itu, buku ini dapat dikategorikan buku baik, karena ia menyediakan satu bab mengenai bagian kritisme sendiri. Bab lima selain membahas mengenai kritik terhadap penerapan BIT, tetapi memberikan penjelasan lebih luas lagi mengenai beberapa pertimbangan penting, dan juga batasan-batasan yang dihadapi.
Bab 6 – The Future of Behavioral Insights
Setelah 10 tahun berkelana dengan berbagai proyek risetnya, BIT pun menjelaskan mengenai langkah-langkah ke depan yang akan dihadapi. Bab enam menerangkan bahwa kerja organisasi yang baik perlu melakukan kolaborasi, sehingga dampak yang didapat akan lebih besar lagi. selain itu, bagian ini menjelaskan berbagai keadaan yang mungkin dihadapi di masa depan.
Rekomendasi untuk Pembaca
Pembahasan buku ini sangat ringan, meski konteks yang diterangkan mungkin rumit. Sepertinya buku ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan tanpa memerlukan berbagai pengetahuan sebelumnya mengenai apa itu BIT-Nudge*-Behavioral Economics*.
Bagi siapapun pembaca yang tertarik mengenai Nudge dan behavioral economics yang populer itu, buku ini dapat dipertimbangkan untuk dibaca lebih lanjut. Fenomena Nudge yang banyak dibahas dan dikaji di berbagai ruang-ruang akademik, akan dijelaskan lebih lanjut oleh BIT yang mana telah diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari (tentu hingga mencapai bukti empiris dalam menciptakan kebijakan publik yang efektif dan efisien).
Selain itu, masih banyak buku yang menerangkan bahasan serupa Behavioral Insights. Mungkin jika sempat, bisa baca buku Thaler yang berjudul “Nudge: Improving Decisions About Health, Wealth, and Happiness.” Buku tersebut boleh dibaca sebelum ataupun sesudah Behavioral Insights karangan Hallsworth & Kirkman. Namun, mungkin jika saya boleh berpendapat, baiknya membaca buku Thaler lebih dahulu lalu membaca buku Behavioral Insights karangan Hallsworth & Kirkman ini.
Demikian dan selamat membaca!